Serang,radiusbanten.com – Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (Untirta) memperkukuh sinergi dengan media massa sebagai bagian dari upaya membangun komunikasi publik yang terbuka sekaligus memperluas dampak perguruan tinggi bagi masyarakat.
Komitmen tersebut mengemuka dalam kegiatan Coffee Morning Pimpinan Untirta dengan Media Massa bertajuk “Sinergitas Humas di Lingkungan Universitas Sultan Ageng Tirtayasa dengan Media Massa, Wujudkan Kampus Berdampak untuk Negeri” di Ruang Multimedia Gedung Rektorat Untirta, Kamis, 17 September 2026.
Rektor Untirta Fatah Sulaiman mengatakan, hubungan antara perguruan tinggi dan media sudah menjadi sebuah keharusan untuk bekerjasama menyampaikan berbagai program dan kontribusi kampus kepada masyarakat.
“Kalau Untirta sama wartawan sudah terbuka, semangat makin membara, Banten dan Indonesia makin maju,” ujar Fatah dalam sambutannya.
Menurutnya, keterbukaan komunikasi dengan media dibutuhkan agar berbagai gagasan, inovasi, serta perkembangan Untirta dapat diketahui publik secara lebih luas.
Dalam kesempatan itu, Fatah juga memaparkan perjalanan transformasi Untirta yang menurutnya dibangun melalui komitmen jangka panjang, salah satunya dalam pengembangan konsep kampus ramah lingkungan.
Ia mengungkapkan, gagasan mengenai green campus telah dirancang sejak 2011. Gagasan tersebut kemudian dikembangkan ketika dirinya mendapat kesempatan terlibat dalam pengembangan kampus dan terus dilanjutkan hingga saat ini.
“Kalau kita persisten kita jaga, cita-cita mulia kita jaga, tantangannya enggak gampang, berat. Tapi persisten kita jaga,” katanya.
Fatah menjelaskan, konsep tersebut kemudian berkembang menjadi kampus yang mengintegrasikan unsur kesehatan, kenyamanan, teknologi, dan keberlanjutan.
Sejumlah aspek dirancang sejak pembangunan infrastruktur, mulai dari sistem jaringan kabel bawah tanah, konsep green building, optimalisasi pencahayaan dan sirkulasi udara, penggunaan lampu LED dan pendingin ruangan berteknologi inverter, hingga dukungan terhadap energi terbarukan melalui panel surya.
Upaya tersebut, kata Fatah, terus dievaluasi melalui berbagai indikator penilaian kampus hijau. Ia menyebut posisi Untirta dalam pemeringkatan lingkungan dan keberlanjutan terus mengalami peningkatan.
“2018 kita mulai untuk ikut Green Matrik. Enggak dapat ranking kita. Kita perbaiki baru ranking 32, kemudian ranking 20, kemarin terakhir kita ranking 15. Sekarang alhamdulillah ranking 13,” ujarnya.
Fatah menegaskan, capaian tersebut merupakan perwujudan untuk menciptakan lingkungan kampus yang aman, nyaman, sehat, dan mendukung kehidupan sivitas akademika secara menyeluruh.
“Kita ingin menjadikan kampus ini sebagai kampus yang healthy, aman, nyaman, sehat, baik fisik, mental, spiritualnya,” katanya.
Sementara itu, Ketua Pelaksana Coffee Morning sekaligus Biro Akademik, Kemahasiswaan dan Kerjasama Untirta, Deden Hery Hermawan, mengatakan kegiatan tersebut merupakan agenda rutin yang digelar sebagai bagian dari program Pokja Humas Untirta.
Menurutnya, keberadaan media massa memiliki posisi penting dalam mendukung keterbukaan informasi dan memperkenalkan perkembangan Untirta kepada masyarakat.
“Media massa tidak dapat kita pisahkan dengan institusi kita sebagai perguruan tinggi negeri. Media massa memegang peranan penting terhadap perkembangan terutama Untirta ke depan,” ujarnya.
Ia mengatakan, forum tersebut sengaja dikemas dalam bentuk diskusi santai agar komunikasi antara pimpinan kampus dan wartawan dapat berlangsung lebih terbuka dan interaktif.
Dalam forum itu, jajaran pimpinan Untirta juga memaparkan perkembangan di sejumlah bidang, termasuk akademik, keuangan, kemahasiswaan, dan kerja sama.
Ia juga terus berharap komunikasi yang dibangun dapat berkembang menjadi hubungan yang lebih produktif antara Untirta dan media dalam menyampaikan informasi yang dibutuhkan masyarakat.
“Info-info yang sedang viral bisa kita sampaikan, bisa kita berikan pemahaman,” katanya.
Coffee Morning tersebut juga menjadi bagian dari rangkaian Dies Natalis Untirta ke-45. Dalam momentum tersebut, Untirta kembali menegaskan semangat “Sinergi Inovasi Berdampak Nyata Membangun Negeri” sebagai bagian dari arah pengembangan kampus.











