Serang,radiusbanten.com– Setelah menunggu belasan tahun tanpa ada penanganan berarti, SDN Pamarican 2 yang berlokasi di Jalan Biobanten, Linkungan Sukajaya, Kelurahan Banten, Kecamatan Kasemen, Kota Serang, akhirnya resmi direhabilitasi.
Pembangunan gedung baru senilai Rp1,8 Milyar labih APBD Kota Serang tahun 2026 ini menjadi solusi atas persoalan banjir tahunan yang selama ini melumpuhkan aktivitas belajar mengajar di sekolah tersebut.
Kepala SDN Pamarican 2, Subhi, saat meninjau langsung pembangunan SDN Pamarican 2 pada Kamis, 3 September 2026 mengungkapkan, perbaikan fisik bangunan sekolahnya terakhir kali dilakukan sekitar tahun 2011.
Akibat posisi lahan yang lebih rendah dari jalan, sekolah dengan 240 murid ini selalu menjadi penampung resapan air dari area sekitar setiap kali musim hujan tiba.
“Setiap musim hujan kita terkena dampak banjir. Menurut informasi dari para guru, rehabilitasi terakhir itu tahun 2011. Berarti sekitar 13 hingga 15 tahun baru alhamdulillah dapat dibangun kembali pada tahun 2026 ini,” ujar Subhi.
Subhi menceritakan, selama belasan tahun terdampak banjir, proses kegiatan belajar mengajar (KBM) menjadi sangat tidak efektif. Para siswa sering kali terpaksa diliburkan dan diminta belajar dari rumah karena ruang kelas terendam air.
Terealisasinya pembangunan gedung baru ini tidak lepas dari perhatian langsung Wali Kota Serang, Budi Rustandi. Setelah menerima laporan terkait kondisi sekolah yang kerap tergenang dari BPBD dan pihak sekolah, Budi Rustandi turun langsung ke lokasi untuk meninjau kondisi riil SDN Pamarican 2.
Langkah tersebut kemudian ditindaklanjuti oleh Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Serang, Ahmad Nuri, yang juga pada saat tergenang banjir meninjau lokasi untuk memastikan percepatan penanganan.
Pembangunan fisik gedung sekolah selanjutnya dieksekusi oleh Bidang Cipta Karya Dinas Pekerjaan Umum Penataan Ruang ( DPUPR ) Kota Serang, sebagai upaya realisasi program unggulan Serang Bagus Budi – Agis berupa peningkatan dan rehabilitasi sarana prasarana sekolah.
“Pak Wali turun langsung ke sekolah dan melihat bahwa ini memang harus segera dibangun karena posisinya lebih rendah dari jalan. Dari apa yang dikatakan Pak Wali diperkuat oleh Kepala Dinas Pendidikan, akhirnya alhamdulillah terealisasi,” jelas Subhi.
Pada proyek pembangunan kali ini, sebanyak 7 ruang kelas dibangun ulang dari kelas 1 hingga kelas 6. Untuk mencegah banjir terulang, struktur pondasi dan sloof bangunan ditinggikan hingga lebih dari 20 sentimeter di atas permukaan jalan.
Guna memastikan KBM tetap berjalan selama proses konstruksi berlangsung, pihak sekolah membagi lokasi belajar 240 siswanya ke dua tempat terpisah, yakni madrasah setempat dan di area tempat ibadah.
“Kami memilih madrasah dan vihara agar anak-anak tetap bisa masuk sekolah pada pagi hari tanpa mengganggu jadwal KBM,” tutur Subhi.
Pihak sekolah mengapresiasi langkah cepat Pemkot Serang di bawah kepemimpinan Budi Rustandi dan jajaran Dinas Pendidikan Kebudayaan Kota Serang atas terealisasinya pembangunan tersebut.
Subhi berharap, dengan gedung baru yang lebih tinggi, aktivitas belajar para siswa dapat berjalan aman, kondusif, dan bebas dari ancaman banjir.











