Scroll untuk baca artikel
Pendidikan

Tangis Orang Tua Iringi Pelepasan Ratusan Murid Sekolah Rakyat

37
×

Tangis Orang Tua Iringi Pelepasan Ratusan Murid Sekolah Rakyat

Sebarkan artikel ini
Oplus_16908288

Serang,radiusbanten.com – Sebanyak 133 siswa Sekolah Rakyat asal Kota Serang resmi dilepas untuk mengikuti Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) di Pandeglang dari BBPVP Kota Serang pada Jumat, 28 Agustus 2026.

Seluruh siswa tersebut akan mengenyam pendidikan gratis di Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) 37, sebuah program pendidikan yang diprioritaskan khusus bagi keluarga yang masuk dalam kategori desil ekonomi terbawah.

Kehadiran program SRT 37 memberikan angin segar sekaligus secercah harapan bagi para orang tua yang terbelit masalah finansial. Ditengah melambungnya biaya pendidikan, sekolah gratis ini menjadi solusi nyata agar anak-anak mereka tetap bisa bersekolah dan menggapai cita-cita.

Suasana haru dan haru penuh antusiasme menyelimuti pelepasan para siswa. Salah satu kisah menyentuh datang dari Gezhalia, putri dari Siti Sarah. Sarah merupakan seorang janda yang sehari-hari berjuang menghidupi dua anaknya dengan bekerja sebagai pengais barang bekas, warga, Kecamatan Cipocok Jaya, Kota Serang sejak sang suami meninggal dunia.

Siti Sarah mengaku, sang anak sempat ragu dan dihinggapi rasa takut karena harus berpisah sementara waktu dari dirinya. Namun, dorongan dan motivasi yang kuat dari sang ibu akhirnya melecut semangat Gezhalia untuk melangkah.

“Saya ingin anak saya bisa mencapai apa yang menjadi cita-citanya. Anak-anak miskin dengan adanya program ini bisa maju dan terangkat derajatnya,” ujar Siti Sarah saat ditemui di lokasi pelepasan.

“Awal-awal dia takut, saya kasih arahan harus berani, harus kuat, mengejar cita-cita, dan belajar mandiri,” lanjutnya penuh haru.

Antusiasme masyarakat terhadap program ini terus meningkat dari tahun ke tahun. Pemerintah Kota Serang mencatat, tahun ini jumlah peserta dari Kota Serang yang berhasil terserap mengalami peningkatan menjadi 133 siswa. Jumlah tersebut mencakup jenjang pendidikan SD, SMP, hingga SMA.

Baca Juga:  2026 Pemkot Serang Anggaran Pembangunan SDN Pamarican 1

Pemerintah Kota Serang pun menegaskan komitmennya untuk terus mengawal program sekolah gratis ini tepat sasaran, sehingga keberadaannya benar-benar dirasakan oleh masyarakat.

“Sekolah Rakyat persyaratannya memang detail, berdasarkan desil. Jadi memang dia harus masuk ke desil satu, dua baru bisa SR,” ujar Wakil Wali Kota Serang, Nur Agis Aulia.

Keterbatasan Ekonomi Dorong Orang Tua Pilih SRT37

RRI.CO.ID, Serang – Keterbatasan ekonomi menjadi salah satu alasan orang tua di Kota Serang memilih Sekolah Rakyat Terintegrasi 37 (SRT37) untuk pendidikan anak mereka. Tahun ini, 133 siswa mengikuti program tersebut dan menjalani Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) di Pandeglang, Jumat (28/8/2026).

Salah satu orang tua siswa, Siti Sarah, warga Banten Girang, Kota Serang, memilih SRT37 untuk putrinya, Gezhalia, yang kini duduk di tingkat SMA. Sarah membesarkan dua anak seorang diri setelah suaminya meninggal ketika anaknya masih duduk di bangku SD.

Sehari-hari, Sarah bekerja sebagai pemulung untuk memenuhi kebutuhan keluarganya. Ia berharap kesempatan bersekolah di SRT37 dapat membantu anaknya mengejar cita-cita dan memperoleh kesempatan pendidikan seperti anak-anak lainnya.

“Saya ingin anak saya bisa mencapai apa yang menjadi cita-citanya. Anak-anak miskin dengan adanya program ini bisa maju dan terangkat derajatnya,” ujar Sarah.

Sarah mengaku Gezhalia sempat takut ketika mengetahui harus mengikuti Sekolah Rakyat karena khawatir berpisah dengan orang tua. Ia kemudian memberikan pengertian agar anaknya berani, belajar mandiri dan tetap mengejar cita-cita.

“Awal-awal dia takut, karena takut ditinggal orang tua. Saya kasih arahan, harus berani, harus kuat, mengejar cita-cita, dan belajar mandiri,” katanya.

Setelah mendapat dukungan dari ibunya, Gezhalia akhirnya bersedia mengikuti SRT37. Sarah mengatakan putrinya justru menunjukkan antusiasme menjelang keberangkatan ke Pandeglang.

Baca Juga:  Dindikbud Kota Serang  Gelar Khatmil Qur'an Serentak

“Dari jam empat dia enggak tidur. ‘Kapan mau berangkat?’ Dia sudah bangun, siap-siap mandi dan membereskan barang-barang,” tutur Sarah.

Pilihan yang sama diambil keluarga dari Kampung Cipocok, Kota Serang. Tiga anak dalam satu keluarga yang merupakan kembar tiga mengikuti Sekolah Rakyat. Keterbatasan biaya pendidikan menjadi pertimbangan keluarga untuk memilih program tersebut.

Suntika, kakak dari tiga siswa kembar itu, mengatakan keluarganya melihat Sekolah Rakyat sebagai kesempatan bagi adik-adiknya untuk tetap mendapatkan pendidikan di tengah keterbatasan ekonomi.

Ia menyebut keputusan menyekolahkan ketiga adiknya di SRT37 diambil agar mereka memiliki kesempatan belajar dan mengejar pendidikan tanpa menambah beban biaya keluarga.

Bagi keluarga tersebut, keberangkatan ke Pandeglang bukan hanya mengikuti MPLS, tetapi menjadi awal bagi ketiga anak kembar itu mendapatkan lingkungan pendidikan baru dan kesempatan mengembangkan diri.

Keluarga juga berharap pendidikan yang dijalani di Sekolah Rakyat dapat membantu ketiganya meraih cita-cita dan memiliki masa depan yang lebih baik.

Wakil Wali Kota Serang Nur Agis Aulia mengatakan, Sekolah Rakyat memiliki persyaratan khusus dan calon peserta diseleksi berdasarkan kondisi sosial ekonomi keluarga.

“Sekolah Rakyat persyaratannya memang detail, berdasarkan desil. Jadi memang dia harus masuk ke desil satu, dua baru bisa SR,” ujar Nur Agis.

Tahun ini sebanyak 133 siswa Kota Serang mengikuti SRT37, terdiri dari 30 siswa SD, 60 siswa SMP dan 43 siswa SMA. Jumlah tersebut meningkat dibandingkan tahun lalu yang mencapai 118 siswa.

Karena Kota Serang belum memiliki gedung Sekolah Rakyat sendiri, para siswa saat ini mengikuti pendidikan di Pandeglang. Pemkot Serang sedang menyiapkan lahan untuk pembangunan SRT di wilayah Kota Serang.

Kebutuhan lahan diperkirakan mencapai empat hingga delapan hektare. Pemkot mengkaji sejumlah alternatif lahan, termasuk aset milik negara dan tanah negara di sekitar Tembong.

Baca Juga:  Kesbangpol Kota Serang Bekali Calon Paskibraka Materi Wawasan Kebangsaan Selama Pra-TC

Pembahasan lahan akan dilakukan bersama BPN dan organisasi perangkat daerah terkait untuk memastikan lokasi memenuhi persyaratan pemerintah pusat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *