Scroll untuk baca artikel
Pemerintahan

Budi Rustandi Tinjau Pembangunan Drainase Samaun Bakri Untuk Atasi Banjir

24
×

Budi Rustandi Tinjau Pembangunan Drainase Samaun Bakri Untuk Atasi Banjir

Share this article

Serang,radiusbanten.com – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten resmi memulai pembangunan dan perbaikan sistem drainase di kawasan Jalan Samaun Bakri, Kecamatan Serang, Kota Serang.

Langkah ini diambil guna mengatasi persoalan banjir tahunan yang kerap melanda wilayah pemukiman dan pertokoan di sekitar Pasar Rau hingga Kaliwadas.

Wali Kota Serang, Budi Rustandi, meninjau langsung lokasi pengerjaan proyek tersebut untuk memastikan proses penataan infrastruktur penanganan banjir berjalan lancar, Kamis, 23 Juli 2026.

Budi menjelaskan bahwa pengerjaan drainase ini merupakan tindak lanjut dari usulan Pemerintah Kota (Pemkot) Serang kepada Gubernur Banten, Andra Soni, mengingat keterbatasan anggaran daerah dalam menanggulangi titik-titik banjir krusial.

“Hari ini saya meninjau pembangunan dari Pemprov Banten. Ini merupakan ajuan saya sebagai Wali Kota Serang untuk penanganan banjir tahunan di Kota Serang. Alhamdulillah, pembangunannya sudah mulai berjalan,” ujar Budi Rustandi di lokasi.

Proyek infrastruktur yang dikerjakan oleh Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Provinsi Banten melalui Bidang Bina Marga ini menelan anggaran sekitar Rp6 miliar dengan target penyelesaian pada akhir tahun ini.

Pengerjaan dilapangan mencakup dua sisi saluran, sisi kiri jalan embangunan saluran drainase sepanjang 1.250 meter mulai dari kawasan Jalan Samaun Bakri hingga ke arah ujung Pasar Rau.

Sisis kanan jalan penanganan sepanjang 400 meter untuk mengalirkan buangan air menuju pembuangan akhir.Selain itu, untuk menampung limpasan air dari arah Kelurahan Cimuncang, tim teknis akan membangun konstruksi sodetan yang mengarahkan aliran air menuju Kelurahan Lopang sebelum akhirnya dibuang ke saluran Air Puskesmas.

Meski pengerjaan fisik telah berjalan, Pemkot Serang dan Pemprov Banten masih mengawal proses perizinan perlintasan dengan pihak PT KAI. Hal ini lantaran aliran drainase harus menembus jalur crosing di bawah lintasan rel kereta api agar aliran air bisa diteruskan hingga ke Kalibanten.

Baca Juga:  Budi Rustandi Gratiskan PBB Dibawah 50 Ribu Untuk Warga Tidak Mampu

“Tadi ada sedikit kendala terkait izin perlintasan rel kereta api. Namun saya sudah berkoordinasi langsung dengan pihak terkait di Jakarta, mudah-mudahan segera ada kabar baik agar air bisa langsung tembus dan lancar,” jelas Budi.

Di sisi lain, kendala lapangan juga ditemukan akibat maraknya bangunan toko maupun lapak warga yang berdiri tepat di atas saluran drainase hingga menyumbat aliran air.

Menanggapi hal tersebut Budi Rustandi, menegaskan akan mengambil tindakan terukur demi kepentingan masyarakat luas. Pihaknya mengimbau kesadaran pemilik bangunan untuk membongkar secara mandiri penutup atau bangunan yang melanggar aturan.

“Bagi masyarakat yang membangun di atas drainase dan menghambat aliran air, mohon kesadarannya. Jika tidak, kami akan bongkar karena harus tegas. Kalau tidak tegas, dampaknya banjir ke semua warga,” tegas Budi.

Budi meminta warga untuk menghentikan kebiasaan mendirikan bangunan di atas saluran air serta ikut mengawasi proses pembangunan yang sedang berlangsung.

“Saya ingatkan kepada masyarakat, jangan menyalahkan Gubernur atau Wali Kota kalau banjir, jika masalahnya berawal dari kita sendiri yang menutup saluran air. Mari kita jaga dan awasi bersama pembangunan ini agar Kota Serang bebas dari banjir,” Jelasnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *