Serang, radiusbanten.com – Musim Lebaran, Sate Bandeng, menjadi primadona bagi para pelancong yang melintasi Kota Serang, Banten.
Peningkatan permintaan ini dirasakan para pengrajin sate bandeng, seperti Agus, yang telah berjualan sate bandeng di Jalan Jenderal Soedirman, Kota Serang selama 12 tahun.
Agus menjelaskan, pesanan mulai melonjak tajam seiring dengan ramainya arus mudik. Tak hanya melalui pesanan sebelumnya, pembeli yang datang langsung ke toko pun meningkat signifikan.
”Kalau musim Lebaran pemesanan banyak, yang pembelian langsung tanpa pesan juga banyak. Kebanyakan buat oleh-oleh arus mudik dan arus balik,” ujar Agus saat ditemui digerainya, Selasa, (24/03/2026)
Agus mengatakan, rata-rata menjual sekitar 60 hingga 100 tusuk sate bandeng. Namun, selama momen Lebaran ini, angka penjualan harian melonjak hingga mencapai 200 tusuk.
”Tadi saja sudah terjual lebih dari 100 tusuk. Biasanya kalau puncaknya itu bisa sampai 200 hingga 300 tusuk keluar,” tambahnya.
Agus mengakui ada penyesuaian harga. Satu tusuk sate bandeng dihargai Rp45.000, naik tipis dari harga hari biasa sebesar Rp40.000. Hal ini dilakukan karena naiknya harga bahan baku di pasar selama Lebaran.
Sate bandeng milik Agus tersedia dalam dua varian rasa utama, yakni original dan pedas. Makanan yang sekilas mirip otak-otak ini karena durinya telah dihilangkan menjadi pilihan favorit karena daya tahannya yang cukup lama sehingga aman dibawa menempuh perjalanan jauh.
”Kalau mau awet ya masuk pendingin. Tapi kalau hanya untuk perjalanan satu atau dua hari, disuhu luar juga tidak apa-apa, bisa awet hingga 1 bulan masukan ke Freezer”, jelas Agus.
Bagi Anda yang sedang melintas di Kota Serang, mencicipi gurihnya sate bandeng murni dengan bumbu rempah tradisional ini tentu menjadi pelengkap oleh – oleh perjalanan arus balik yang tak boleh dilewatkan.











