Serang,radiusbanten.com – Dalam rangka memperingati Hari Keluarga Nasional (Harganas) ke 33 tahun 2026, Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak (DP3AKB) Kota Serang melalui bidang Keluarga Berencana dan Kesejahteraan Keluarga bersama Perwakilan BKKBN Provinsi Banten resmi meluncurkan program Gebyar Pelayanan KB Serentak secara gratis, di Klinik Bilal Medika, Kelurahan Kasemen, Kecamatan Kasemen, Kota Serang, Senin 8 Juni 2026.
Pelayanan KB gratis berlangsung secara maraton selama satu bulan penuh, mulai dari tanggal 8 Juni hingga 8 Juli 2026.
Ketua Tim Penggerak PKK Kota Serang, Arifina Rustiandi, memberikan instruksi kepada seluruh kader PKK dan Dasawisma bergerak masif menyukseskan program ini.
Istri Wali Kota Serang itu meminta para kader di garda terdepan memastikan informasi mengenai fasilitas KB gratis ini sampai ke seluruh lapisan masyarakat.
“Saya sangat mengharapkan kepada kader PKK dan Dasawisma untuk terus menginfokan kepada masyarakat bahwa kita ada pelayanan KB gratis untuk semuanya. Manfaatkan program dari pemerintah ini,” ujar Arifina Rustandi.
Arfina menyoroti pentingnya edukasi untuk meluruskan pemahaman keliru ditengah masyarakat mengenai Metode Kontrasepsi Jangka Panjang (MKJP), khususnya jenis implan dan IUD. Arfina meminta masyarakat tidak perlu takut karena fasilitas yang diberikan dijamin aman dan ditangani oleh tenaga medis profesional.
“Sebagai kader PKK, kita harus terus mengedukasi masyarakat dan membuang mitos-mitos yang tidak bagus. Tadi saya melihat langsung prosesnya, pemasangan IUD atau implan itu tidak sakit dan tidak lama. Sangat aman,” tegasnya.
Arfina menjelaskan program KB gratis ini memiliki korelasi erat dengan program prioritas pemerintah saat ini, yaitu menekan angka stunting. Menurutnya, dengan mengatur jarak kelahiran, kualitas kesehatan ibu dan anak akan jauh lebih terjaga.
“Dengan adanya pelayanan KB seperti ini, kita bisa menurunkan angka stunting. Jarak kelahiran diatur agar ibu menyusui minimal bisa sampai 3 tahun. Ibu jadi lebih rileks, tidak stres, dan bisa lebih fokus menyesuaikan pola asuh serta pemenuhan gizi balitanya,” jelas Arfina.
Arfina berpesan kepada pasangan muda dan masyarakat usia produktif yang memiliki anak lebih dari dua atau belum siap menambah momongan untuk segera memanfaatkan fasilitas ini.
Kepala DP3AKB Kota Serang, Wasis Dewanto, mengungkapkan target akseptor dalam baksos satu bulan penuh ini mencapai kurang lebih 1.700 peserta.
“Pelayanan KB gratis ini meliputi berbagai metode, mulai dari implan, IUD, hingga Metode Operasi Wanita (MOW) dan Metode Operasi Pria (MOP). Untuk pelayanan umum kita gerakkan di seluruh faskes puskesmas dan klinik swasta di enam kecamatan, sedangkan khusus MOW dan MOP kita pusatkan di Rumah Sakit Ibu Bunda yang telah bekerja sama dengan kami,” jelas Wasis.
Masyarakat yang ingin mendaftar baik sebagai peserta KB baru, lanjutan, maupun berkala cukup membawa persyaratan fotokopi Kartu Keluarga (KK) atau KTP ke fasilitas kesehatan terdekat.
Selain mengatur jarak kelahiran untuk membentuk keluarga berkualitas secara ekonomi, pihak Pemkot Serang ke depan juga akan mengintegrasikan program ini dengan program Makanan Bergizi Gratis (MBG) bagi ibu menyusui dan anak dalam masa pertumbuhan demi memastikan Kota Serang bebas dari stunting.











