Scroll untuk baca artikel
Kesehatan

Budi Rustandi Targetkan Kota Serang Bebas Dolbon di 2027

12
×

Budi Rustandi Targetkan Kota Serang Bebas Dolbon di 2027

Share this article

Serang,radiusbanten.com – Pemerintah Kota Serang terus memacu percepatan penanganan Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM), khususnya program Stop Buang Air Besar Sembarangan (BABS) alias dolbon.

Melalui kolaborasi bersama Lembaga Kesehatan Cuma-Cuma (LKC) Dompet Dhuafa Banten, intervensi penyediaan jamban sehat kini difokuskan di wilayah Kecamatan Kasemen dan Kecamatan Serang.

Wali Kota Serang, Budi Rustandi, menegaskan komitmennya untuk memberantas kebiasaan buang air besar sembarangan. Ia menargetkan seluruh wilayah Kota Serang sudah terbebas dari dolbon pada tahun 2027 mendatang.

“Ini bagian dari program Serang Sehat program saya dengan pak Agis untuk meningkatkan derajat kesehatan masyarakat. Target kita tahun 2027 program ini selesai. Kita kejar percepatannya melalui kolaborasi dengan Dompet Dhuafa tanpa mengandalkan APBD terlebih dahulu,” ujar Budi Rustandi saat meninjau deklarasi stop Buang Air Besar Sembarangan di Kelurahan Warung Jaud, Kecamatan Kasemen, Kota Serang, Jumat, 24 Juli 2026.

Pogram pembangunan jamban sehat keluarga ini sempat menghadapi kendala anggaran operasional pertukangan untuk belasan unit di Kelurahan Masjid Priayi. Budi Rustandi secara pribadi merogoh kocek Rp30 juta demi memastikan pembangunan tidak terhenti.

“Dompet Dhuafa ada kekurangan untuk anggaran tukang, jadi kekurangannya saya kasih secara pribadi, totalnya Rp30 juta,” ucapnya.

Budi menjelaskan bahwa untuk menuntaskan sisa ribuan rumah tangga yang belum memiliki jamban di Kecamatan Kasemen dan Kecamatan Serang,  Pemkot Serang akan mengalokasikan anggaran di 2027.

“Kita kan potensinya ada dua Kecamatan Serang baru 50 persen, kecamatan Kasemen 8 kelurahan lagi, nanti kita bereskan semua, kita kerja targetnya tahun depan 2027 selesai semua”, tegas Budi Rustandi.

Dari data yang diungkapkan pihak Kecamatan Kasemen, masih ada kekurangan 1900 unit jamban untuk kepala kelurga di 8 Kelurahan. Budi menegaskan untuk menuntaskan kekurangan tersebut pihaknya akan melakukan pembangunan bersumber dari APBD ditahun 2027, untuk percepatan.

Baca Juga:  DP3AKB Kota Serang Gelar Pelayanan KB MOW dan MOP Gratis

“Sisa sekitar 1.900 an unit lagi untuk 8 Kelurahan. Nanti di 2027 kita pakai APBD yang diinisiasi Bapperida untuk percepatan. Jadi saya targetnya 2027 selesai, nanti tinggal Dompet Dhuafa yang mana lagi yang diambil, yang APBD mana yang Dompet Dhuafa mana”, tegas Budi Rustandi.

Kepala LKC Dompet Dhuafa Banten, Meyta Winduka Alexandriana, menyampaikan bahwa intervensi sanitasi di Kecamatan Kasemen saat ini sedang berjalan di dua titik utama, yakni Kelurahan Warung Jaud dan Mesjid Priayi, Kecamatan Kasemen, Kota Serang.

“Untuk Warung Jaud ada 152 unit jamban sehat dan hari ini resmi melakukan deklarasi stop buang air besar sembarangan. Warung Jaud menjadi satu-satunya kelurahan pertama di Kecamatan Kasemen yang berhasil deklarasi stop BAB sembarangan,” jelas Meyta.

Sementara untuk Kelurahan Masjid Priayi, intervensi pembangunan mencakup 55 unit jamban sehat yang saat ini pengerjaannya hampir rampung, dengan sisa kekurangan 26 unit keluarga yang dibantu penanganannya oleh Wali Kota Serang.

Meyta menekankan bahwa pilar utama dari program Kampung Sehat Sanitasi ini adalah edukasi perubahan perilaku masyarakat agar tidak lagi mempraktikkan BABS, disamping pemberian stimulan material jamban sehat.

“Di Kecamatan Kasemen sendiri masih ada sekitar 1.900-an keluarga yang belum memiliki jamban sehat. Sebagai lembaga filantropi, Dompet Dhuafa tidak bisa bergerak sendiri. Kami terus mengajak mitra kebaikan dan stakeholder untuk saling merangkul demi mewujudkan Kota Serang yang sehat sesuai standar Kemenkes,” jelas Meyta.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *