Serang, RadiusBanten.com – Bentuk realisasi konkret dari nota kesepahaman (MoU) antara Pemerintah Kota Serang dan Balai Besar Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BBPVP) Serang, program pelatihan kerja ke luar negeri resmi dibuka.
Kali ini, peluang dikhususkan bagi warga Kota Serang yang berminat menjadi caregiver (perawat lansia) di Taiwan.
Kepala Bidang Pelatihan dan Produktifitas Disnakertrans Kota Serang, Nafis Hani mengatakan, program ini merupakan langkah nyata dalammendukung visi misi Wali Kota Serang, Budi Rustandi dan Wakil Wali Kota Serang Nur Agis Aulia, guna menekan angka pengangguran serta meningkatkan kesejahteraan keluarga di Kota Serang melalui jalur Pekerja Migran Indonesia (PMI) yang prosedural.
Menurutnya platihan caregiver gelombang kedua ini menargetkan kuota minimal 50 orang warga Kota Serang yang akan diberangkatkan ke Taiwan. Adapun kualifikasi yang dibutuhkan Perempuan usia 25 hingga 35 tahun lulusan SMA atau SMK sederajat.
“Mudah-mudahan warga Kota Serang khususnya perempuan direntang usia 25 sampai dengan 35 tahun tadi, ini bisa tertarik dan banyak yang tertarik untuk mengikuti salah satu program pelatihan ini”, jelas Nafis, Sabtu 18 April 2026.
Menurutnya peserta yang lolos seleksi tidak hanya sekadar diberangkatkan, tetapi akan dibekali keahlian melalui pelatihan selama 4 minggu. Materi pelatihan meliputi penguasaan bahasa serta keterampilan teknis tata cara perawatan lansia.
“Untuk pelatihan sendiri nanti dilaksanakan di BBVP Serang, peserta akan mendapatkan juga akomodasi, asrama, fasilitas uang saku. Selama pelatihan berlangsung”, ujarnya.
Menurutnya, setelah ditempatkan di Taiwan, para pekerja migran diproyeksikan menerima gaji (salary) dikisaran 20.000 Dolar Taiwan. Bagi warga Kota Serang yang tertarik, pendaftaran mulai tanggal 17 April hingga 25 April 2026. Pelatihan dimulai 18Mei 2026, informasi lebih lanjut dan melakukan pendaftaran secara daring melalui akun media sosial resmi BBVP Serang.
”Mudah-mudahan warga Kota Serang khususnya perempuan bisa tertarik mengikuti program ini. Kita targetkan minimal 50 orang bisa terserap dan lolos seleksi hingga diberangkatkan ke Taiwan,” ujar Nafis Hani dalam keterangannya.










