Scroll untuk baca artikel
UncategorizedPendidikan

Dindikbud Kota Serang Luncurkan Gerakan GEMAS LIBAS di Hardiknas 2026

47
×

Dindikbud Kota Serang Luncurkan Gerakan GEMAS LIBAS di Hardiknas 2026

Share this article
Kepala Dinas Pendidikan Kebudayaan Kota Serang, Ahmad Nuri

Serang,radiusbanten.com – Memperingati Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2026 Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Kota Serang meluncurkan inovasi baru bertajuk Gemas libas atau Gerakan Masyarakat dan Sekolah dalam Menciptakan Lingkungan Bersih.

Gerakan ini merupakan langkah Kepala Dindikbud Kota Serang Ahmad Nuri mewujudkan Serang Bersih program unggulan Wali Kota – Wakil Wali Kota Serang Budi Rustandi – Nur Agis Aulia disatuan pendidikan, kemudian membangun karakter peduli lingkungan di kalangan peserta didik secara masif.

​Ahmad Nuri, menjelaskan Gemas Libas melibatkan sedikitnya 100.000 pelajar dari jenjang PAUD, SD, hingga SMP diseluruh Kota Serang.

Setelah pelaksanaan apel Hardiknas, seluruh satuan pendidikan diinstruksikan untuk terjun langsung membersihkan lingkungan dalam radius 500 meter hingga 1 kilometer dari area sekolah masing-masing. Salah satunya kegiatan gotong royong bersih – bersih di Alun – alun barat dan timur Kota Serang, area sekitar sekolah SDN 2 Kota Serang.

​”Kita ingin membangun karakter anak bangsa, bukan hanya dari sisi kognisi, tetapi juga kemampuan kepedulian. Hari ini kita mengalami krisis kepedulian, yang terlihat dari masalah sampah hingga bullying. Gema Slibas menjadi pemantik untuk menciptakan praktik-praktik baik bagi anak didik kita,” ujar Ahmad Nuri, Sabtu 2 Mei 2026.

Melalui konsep Gemas Libas Sekolah untuk Lingkungan dan Sekolah untuk Masyarakat, sekolah diharapkan menjadi agen perubahan kebersihan dilingkungannya.

​Senada dengan hal tersebut, Kepala SMPN 1 Kota Serang, Bohari Muslim, menegaskan bahwa Gema Slibas bukan sekadar kegiatan seremonial tahunan. Gerakan ini diproyeksikan akan dilaksanakan secara rutin setiap bulan untuk memastikan akses menuju sekolah tetap asri dan nyaman.

​”Akses menuju sekolah harus dipastikan bersih dari sampah plastik. Kondisi lingkungan yang indah akan memengaruhi alam sadar dan kognisi siswa agar lebih fokus dalam belajar. Kami ingin Gema Slibas menjadi budaya dan bagian dari kurikulum karakter di sekolah-sekolah di Kota Serang,” jelas Bohari.

Baca Juga:  Langkah Strategis Dinkes Kota Serang Perangi Stunting Dari Masa Kehamilan

​Untuk menjaga keberlanjutan program, setiap sekolah telah diinstruksikan membentuk Satgas atau tim kecil pemantau kebersihan yang melibatkan peran aktif pengurus OSIS dan guru pembina. Dengan pengawasan yang melekat, diharapkan nilai-nilai kebersihan dan kepedulian dapat tertanam kuat sebagai identitas siswa di Kota Serang.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *