Scroll untuk baca artikel
BeritaPemerintahanPendidikan

Baznas Banten dan Pemprov Inisiasi Program Satu Keluarga Satu Pengusaha

36
×

Baznas Banten dan Pemprov Inisiasi Program Satu Keluarga Satu Pengusaha

Share this article
Program Satu Keluarga Satu Pengusaha
Baznas Banten Perkuat Program Santripreneur, Cetak Santri Mandiri dan Pengusaha Baru.

Serang, radiusbanten –  Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Provinsi Banten bersama Pemerintah Provinsi Banten terus memperkuat ekosistem kemandirian ekonomi melalui penguatan program Santripreneur.

Langkah ini diambil untuk memastikan lulusan pesantren tidak hanya mahir dalam ilmu agama, tetapi juga memiliki mental kepemimpinan dan kewirausahaan.

​Ketua Baznas Provinsi Banten, Wawan Wahyuddin, mengungkapkan bahwa melalui program “Satu Keluarga Satu Sarjana”, pihaknya menargetkan lahirnya sosok-sosok pengusaha baru sekaligus pimpinan pesantren dari kalangan santri. ​”Kedepan kita akan ciptakan satu keluarga satu pengusaha sebagai wujud konkretnya.

Saat ini, secara kuantitas sudah ada kurang lebih 100 orang yang lulus studi S1 melalui bantuan pendidikan kami yang tersebar di beberapa universitas,” ujar Wawan. ​

Kolaborasi Bangun Banten Melalui Beasiswa Santri ​Senada dengan hal tersebut, Kepala Biro Kesra Setda Provinsi Banten, Tubagus Rubal, menyatakan bahwa Pemprov Banten tengah memfasilitasi koordinasi lembaga keagamaan dan pendidikan.

Salah satu langkah strategis yang sedang disiapkan adalah penyusunan Peraturan Gubernur (Pergub) terkait bantuan pendidikan. ​”Kami sedang menyusun Pergub bantuan pendidikan untuk teman-teman santri yang sedang menyelesaikan semester akhir.

Selain itu, kami juga menggagas program ‘Satu Desa Satu Sarjana’ sebagai bagian dari program Bangun Banten,” jelas Rubal. Untuk tahun ini, target awal program tersebut akan menyasar sekitar 83 orang secara bertahap. ​

Literasi Keuangan dan Materi Leaderpreneur ​Penguatan dari sisi kurikulum kewirausahaan mendapat dukungan penuh dari Ikatan Alumni UIN (IKALUIN) Jakarta wilayah Banten.

Ketua IKALUIN Banten, Dr. Agus Syabarrudin, M.Si, menekankan pentingnya materi Leaderpreneur dan melek finansial bagi para santri. ​Menurut Agus, mengingat Banten berada di urutan ketiga secara statistik basis pesantren nasional, potensi ini harus dimaksimalkan dengan program yang aplikatif. ​”Kita perkuat forum literasi di pondok pesantren.

Santri diajarkan cara menganalisa potensi usaha di sekitar mereka, membuat proyek bisnis, hingga benar-benar merasakan pengalaman menjadi pengusaha,” kata Agus. ​

Ia menambahkan, poin krusial dari Santripreneur adalah pemahaman manajemen keuangan. “Santri harus melek finansial; tahu bagaimana cara mengelola keuangan dengan baik agar usaha yang dirintis di lingkungan pesantren bisa berkelanjutan,” pungkasnya.

Dengan kolaborasi lintas sektor ini, diharapkan santri di Banten mampu menjadi motor penggerak ekonomi desa dan tidak hanya menjadi penonton dalam pembangunan daerah.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *