Serang,radiusbanten.com – Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kota Serang bekerja sama dengan Balai Besar Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BBPVP) Serang menggelar pelatihan public speaking kepada16 pencari kerja di Kota Serang, yang bertempat di Lembaga Pelatihan Kerja (LPK) Alala, di Panancangan, Kecamatan, Cipocok Jaya, Kota Serang, Rabu, 8 Juli 2026.
Pelatihan kerja selama empat hari kedepan dibawah naungan Kemnaker RI dilakukan pihak Disnakertrans Kota Serang untuk menjawab kebutuhan dunia industri yang kini tidak hanya mengandalkan kemampuan teknis, tetapi juga kemampuan berkomunikasi.
Kepala Bidang Pelatihan dan Produktivitas Disnakertrans Kota Serang, Nafis Hani, saat meninjau pelatihan public speaking menjelaskan, bahwa public speaking memiliki peluang serapan kerja yang cukup luas di era modern, mulai dari industri kreatif hingga korporat.
“Public speaking menjadi salah satu skill yang sangat dibutuhkan di dunia usaha. Mereka bisa disalurkan ke industri wedding organizer (WO), hingga menjadi ftontliner di kampus-kampus atau perusahaan,” ucap Nafis.
Nafis menambahkan, program pelatihan kerja tersebut merupakan bagian dari komitmen Wali Kota – Wakil Wali Kota Serang Budi Rustandi – Nur Agis Aulia untuk menekan angka pengangguran.
Menurutnya evaluasi pasca-pelatihan akan terus dilakukan dengan membangun kolaborasi bersama dunia usaha di Kota Serang agar para alumni pelatihan dapat langsung terserap.
“Visi-misi Pak Wali Kota Budi Rustandi adalah ingin warga Kota Serang sebanyak-banyaknya terserap di dunia usaha, khususnya yang ada di Kota Serang. Untuk batch pertama ini, ada 16 peserta dan harapannya semua bisa terserap,” tegas Nafis Hani.
Instruktur Public Speaking LPK Alala, Deni Legawa mengapresiasi fasilitasi yang diberikan oleh Disnakertrans Kota Serang. Hari pertama pelatihan, para peserta diberikan asesmen untuk memetakan kemampuan awal para peserta.
“Dari hasil asesmen, memang kemampuannya beragam. Ada yang benar-benar berangkat dari nol, ada yang sudah mulai berani tapi belum lancar, dan ada yang sudah lancar namun belum menyesuaikan dengan standar kebutuhan industri,” ungkap Deni Legawa.
Deni mengaku pihak LPK telah menjalin kerja sama dengan berbagai lembaga dan perusahaan. Setelah pelatihan ini selesai, para peserta tidak akan dibiarkan menganggur.
“Kami sudah MoU dengan beberapa lembaga. Harapannya, minimal mereka bisa segera magang atau on-jib training di wedding organizeratau menjadi ftontliner di kampus-kampus yang membutuhkan. Akan segera kami tempatkan,” tegas Deni.
Manfaat pelatihan dirasakan peserta, seorang mahasiswa Ariani Galuh Pangastuti.
“Saya ikut karena ingin terjun langsung ke dunia kerja dan berinteraksi dengan orang banyak. Saya butuh pelatihan ini supaya kalimat saya lebih tertata. Biasanya kalau ngomong suka belibet,” katanya jujur.











