Serang,radiusbanten.com-Suasana penuh haru dan khidmat menyelimuti Kampung Bunyu, Kelurahan Cipete, Kecamatan Curug, Kota Serang. Ratusan warga berkumpul bukan hanya untuk menyambut datangnya Tahun Baru Islam 1 Muharram, melainkan juga untuk menyaksikan momen berbagi kebahagiaan yang menyentuh hati dalam acara santunan anak yatim.
Acara yang diinisiasi oleh Pemuda Islam Cerdas (PIC) Kampung Bunyu ini telah menjadi tradisi yang konsisten berjalan selama 8 tahun terakhir. Momen sakral ini semakin menguras emosi dan air mata saat sesi saweran massal dimulai, di mana para ibu dan tokoh masyarakat secara spontan memberikan saweran sebagai bentuk apresiasi dan motivasi bagi para pemuda yang terus bergerak dalam kebaikan.
Tokoh masyarakat setempat, Suradi, yang juga Wakil Ketua Komisi I DPRD Kota Serang menjelaskan bahwa tradisi tahunan ini kini terasa seperti sebuah kewajiban moral yang harus ditunaikan demi meringankan beban sesama umat Muslim. Terkait aksi saweran ibu-ibu yang sempat membuat suasana riuh berbaur haru, Suradi menekankan bahwa hal tersebut adalah simbol dukungan nyata.
“Itu adalah salah satu kepedulian bahwa pelaksanaannya semuanya adalah dari masyarakat untuk masyarakat. Sawer itu bukan berarti kita memamerkan masalah uang, tetapi itu adalah bukti bahwa masyarakat berterima kasih atas terselenggaranya acara ini, terutama kepada tokoh pemuda dan tokoh masyarakat,” ujar Suradi.
Tahun ini, cakupan penerima santunan mengalami perluasan yang signifikan. PIC Kampung Bunyu tidak lagi membatasi diri di lingkungan rukun tetangga setempat, melainkan meluas hingga ke kelurahan lain, bahkan menyisir anak-anak yatim di luar wilayah Kecamatan Curug. Tercatat tidak kurang dari 45 anak yatim merasakan langsung berkah dari kolaborasi sosial ini.
Kunci utama eksistensi gerakan ini terletak pada keharmonisan lintas generasi. Penasihat PIC sekaligus tokoh agama setempat, Ustaz Sulaiman (yang akrab disapa Ustaz Sule), mengungkapkan rasa syukurnya atas progresivitas kegiatan kepemudaan di wilayahnya yang bukannya menyusut, melainkan terus meningkat dari tahun ke tahun.
“Alhamdulillah, sampai sekarang kegiatan anak-anak muda bukannya menurun, bahkan semakin meningkat. Selain memperingati 1 Muharram dan hari jadi pemuda, mereka juga aktif di kegiatan keagamaan lain seperti Isra Mi’raj dan perayaan Maulid Nabi,” tutur Ustaz Sule.
Beliau juga menambahkan bahwa kekompakan ini terjalin erat karena adanya dukungan penuh dari kalangan orang tua yang selalu berjibaku mendampingi para pemuda.
Senada dengan hal tersebut, Ketua PIC Kampung Bunyu, Yuli, menegaskan bahwa kehadiran organisasi pemuda ini berhasil membentengi para remaja di Kampung Bunyu dari pengaruh-pengaruh negatif.”Alhamdulillah selama ini di PIC tidak pernah ada sesuatu yang negatif karena kami selalu diarahkan oleh Bapak Ustaz selaku penasihat. Mana yang baik dan mana yang tidak,” kata Yuli.
Memasuki usia sewindu (8 tahun), Pemuda Islam Cerdas (PIC) mengusung target yang lebih mulia untuk masa depan. Yuli berharap ke depannya jangkauan santunan sosial ini bisa semakin melebar hingga ke wilayah lain di Serang, seperti Kecamatan Walantaka.
“Selama ini kita selalu berusaha supaya lebih meluas lagi, bukan untuk di kelurahan kita saja. Pengennya lebih keluar lagi lah, ke Walantaka atau wilayah sekitar. Bukan mendoakan anak yatim bertambah banyak, tapi kami ingin bisa merangkul dan menyantuni lebih banyak lagi anak yatim yang membutuhkan,” pungkas Yuli.
Acara pun ditutup dengan doa bersama. Warga berharap kegiatan yang sarat akan nilai ukhuwah Islamiah ini dapat membawa keberkahan, mempererat tali silaturahmi, serta menambah ketakwaan masyarakat Kampung Bunyu dalam menjalani tahun baru Islam.











