Serang,radiusbanten.com– Program Gerakan Serang Mengaji Wali Kota – Wakil Wali Kota Serang Budi Rustandi – Nur Agis Aulia mencatatkan keberhasilan gemilang di SDN 21 Kota Serang.
Berdasarkan tes baca Al-Qur’an yang dilakukan pada hari Jumat, sebanyak 50 siswa kelas 6 di sekolah tersebut dinyatakan 100% mampu membaca Al-Qur’an. Capaian ini menjadi bukti efektivitas kolaborasi antara Pemerintah Kota, Dinas Pendidikan, dan Satgas Serang Mengaji dalam mencerdaskan anak bangsa melalui jalur spiritual.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Serang Ahmad Nuri, mengatakan gerakan ini merupakan inisiatif yang digagas oleh Wali Kota Serang dan dijalankan bersama oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan sebagai leading sector serta Satgas Serang Mengaji. Menariknya, seluruh operasional program ini bersifat tanpa APBD.
”Kami tidak pernah menggunakan APBD, apalagi membebaninya. Ini adalah bentuk ketulusan dari Satgas, Pokja, hingga kepala sekolah untuk mendapatkan kebaikan,” ujar Ahmad Nuri, Jumat 24 April 2026 di SDN 21 Kota Serang.
Satgas Serang Mengaji sendiri dibentuk melalui SK Wali Kota untuk memenuhi dua kebutuhan utama penyediaan relawan pengajar Al-Qur’an dan pengadaan fasilitas kitab suci bagi sekolah-sekolah yang kekurangan.
Keberhasilan di SDN 21 Kota Serang tidak lepas dari diterapkannya Metode Mahabbah. Guru SDN 21 menjelaskan bahwa metode ini membuat anak-anak lebih bersemangat karena pendekatan yang menyenangkan, termasuk adanya penggunaan lagu dalam proses belajar.
“Meskipun pada awal program terdapat dua siswa yang belum bisa mengaji, kini seluruh siswa kelas 6 yang beragama Islam telah lancar membaca Al-Qur’an”, Raden Yulianti Kepala SDN 21.
Pihak sekolah juga telah mengintegrasikan kegiatan mengaji hafalan sebagai agenda wajib setiap hari sebelum memulai jam pelajaran formal.
Selain meningkatkan kemampuan akademis spiritual, program ini membawa dampak sosial yang nyata. Ketua Satgas Serang Mengaji Enting Abdul Karim mengungkapkan bahwa sejak program ini digulirkan, terjadi perubahan perilaku signifikan pada para siswa.
”Ada satu efek moral yang dihasilkan. Pada bulan Ramadan kemarin, budaya perang sarung yang biasanya marak dilakukan anak-anak sekolah kini menghilang,” ungkap Enting.
Pemerintah Kota Serang menargetkan untuk melakukan tes serupa di 221 SD dan 27 SMP Negeri di seluruh wilayah Kota Serang.











