Scroll untuk baca artikel
BeritaPemerintahan

Reses DPRD Kota Serang, Jalan Rusak, Banjir dan Penerangan Banyak Dikeluhkan Warga

19
×

Reses DPRD Kota Serang, Jalan Rusak, Banjir dan Penerangan Banyak Dikeluhkan Warga

Share this article
rapat paripurna di DPRD Kota Serang
laporan hasil reses masa persidangan tahun 2026 dalam rapat paripurna di DPRD Kota Serang.

Serang, RadiusBanten – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Serang menyampaikan laporan hasil reses masa persidangan tahun 2026 dalam rapat paripurna di DPRD Kota Serang, Rabu, 18 Februari 2026.

Wakil Ketua DPRD Kota Serang, Roni Alfanto, mengungkapkan hasil reses di Dapil Serang 1 menunjukkan permintaan masyarakat yang masif terhadap penuntasan betonisasi jalan dan penataan drainase.

​”Begitu banyak aspirasi masuk, diantaranya permintaan betonisasi yang belum tuntas. Drainase diperumahan yang belum tertata minta segera dinormalisasi,” ujar Roni.

Roni juga menekankan solusi teknis terkait gorong-gorong di bawah jalan tol yang kerap memicu banjir di wilayah Bumi Agung I .
“Kita sampaikan ke Wali Kota agar segera ditindaklanjuti oleh OPD terkait. Untuk penganggaran, akan kita kawal masuk dalam Pokok Pikiran (Pokir) DPRD untuk alokasi tahun 2027,” tambahnya.

Wakil Ketua DPRD Hasan Basri memberikan catatan teknis mengenai pengendalian banjir. Menurutnya perlu ada peningkatan kapasitas gorong-gorong dari diameter 80 cm menjadi 2 meter untuk memperlancar debit air.

“Ada aspirasi agar dilakukan normalisasi sungai dan penataan embung di Banten Indah Permai sebelum proyek gorong-gorong dimulai. Kami juga mengusulkan pembuatan sodetan ke arah Sungai Cibanten, daerah Kidemang untuk memecah titik kumpul air,” jelas Hasan.

Wakil Ketua DPRD Farhan Azis menyoroti perlunya pergeseran fokus anggaran pada tahun 2027. Ia menilai, meski pembangunan proyek besar seperti Alun-alun memiliki dampak investasi,Pemkot Serang harus mulai mengerem program yang sifatnya hanya ekspresi simbolis dan kembali ke kebutuhan dasar warga.

“Masalah urban seperti sampah, banjir, dan kemacetan selalu repetisi setiap tahun. Di tahun 2027, kita akan dorong anggaran lebih besar ke drainase dan betonisasi. Kita minta Pemkot menurunkan tempo untuk proyek besar yang tidak langsung menyentuh masalah urban masyarakat,” tegas Farhan. ​

Wakil Wali Kota Serang, Nur Agis Aulia, menyatakan telah menginventarisir laporan reses DPRD Kota Serang. Agis mengakui perbaikan jalan dan PJU merupakan dua hal yang paling banyak dikeluhkan masyarakat di seluruh kecamatan. ​

“Terkait perbaikan jalan, kemungkinan besar dimulai Maret nanti untuk menghindari puncak musim hujan. Untuk PJU, melalui program ‘Serang Menyala’, kami memetakan ada sekitar 10.000 titik kebutuhan di Kota Serang,” ungkap Agis. ​

Agis menyebut realisasi pemasangan akan disesuaikan dengan kapasitas anggaran daerah. “Kita lihat skala prioritas dan kemampuan anggaran, teknis detailnya ada di Dinas Perhubungan dan dinas terkait lainnya,” tegas Agis.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *