Tim Kantor Pencarian dan Pertolongan Banten melaksanakan Operasi SAR terhadap kecelakaan kapal nelayan terbalik yang terjadi di Dermaga Karangantu, Kota Serang.
Kasubsie Siaga dan Operasi Basarnas Banten Rizky Dwianto mengatakan Informasi awal kejadian diterima pada pukul 10.07 WIB dari Polairud melalui Bapak Nono.
Insiden tersebut terjadi saat kapal nelayan POB 3 orang hendak masuk ke Pelabuhan Karangantu yang dihantam gelombang besar hingga kapal terbalik.
“Menindaklanjuti laporan tersebut, Tim Rescue Kantor SAR Banten segera diberangkatkan menuju lokasi kejadian (LKP) yang berada di Pantai Gope Karangantu, Kota Serang dan berkoordinasi dengan Tim SAR Gabungan”, ujar Rizky Dwianto.
Tim SAR Gabungan dengan menggunakan perahu nelayan melakukan operasi pencarian dibagi menjadi tiga Search and Rescue Unit (SRU), yakni SRU I melakukan pencarian di sekitar LKP menggunakan kapal nelayan, SRU II melakukan pemantauan visual udara menggunakan drone thermal, dan SRU III melaksanakan penyisiran darat di sekitar lokasi kejadian.
“Setelah dilakukan upaya pencarian intensif, pada pukul 17.00 WIB korban berhasil ditemukan oleh nelayan dalam kondisi meninggal dunia sejauh 1,78 nautical mile dari lokasi kejadian awal, Korban diketahui bernama Wartono (35) warga Kp. Karang Jaya, Kel. Kasemen, Kota Serang. Selanjutnya korban dievakuasi oleh Tim SAR Gabungan dan diserahkan kepada pihak keluarga di rumah duka”, tegas Rizky.
Rizky mengatakan Operasi SAR ditutup dan seluruh unsur yang terlibat dikembalikan ke satuan masing-masing.
“Dalam operasi ini, unsur yang terlibat antara lain Tim Rescue Kantor SAR Banten, BPBD Kota Serang, BPBD Provinsi Banten, Polsek Kasemen, Polairud, KKP, nelayan setempat, serta Forum Potensi SAR Banten”, tutur Rizky.
Rizky menyampaikan pihak Kantor Pencarian dan Pertolongan Banten menyampaikan terima kasih kepada seluruh unsur SAR yang terlibat serta masyarakat yang telah membantu selama pelaksanaan operasi.










