Scroll untuk baca artikel
BeritaPemerintahanWisata

Tradisi Jedogan Di Kota Serang Bakal Pindah di Pasar Kepandean

39
×

Tradisi Jedogan Di Kota Serang Bakal Pindah di Pasar Kepandean

Share this article
tradisi jedogan di serang
Tradisi Jedogan Di Kota Serang Bakal Pindah.

Serang, radiusbanten – Pemkot Serang akan menempatkan tradisi Jedogan pada momen lebaran Idul Fitri 2026 di Pasar Kepandean Kota Serang bukan di Royal.

Diketahui bahwa, tradisi Jedogan kerap menjadi momen tahunan warga Serang dan sekitarnya untuk berbelanja pakaian dan lainnya disetiap malam menjelang Lebaran Idul Fitri.

“Kenapa pasar jedogannya dipindahkan ke pasar Kepandean? Karena Royal Baroe sudah tidak boleh lagi digunakan untuk pasar jedogan, yang biasanya itu setiap tahun diadakan di royal,” kata Kepala Dinas Koperasi, UKM, Perindustrian dan Perdagangan (DinkopUKMPerindag) Kota Serang, Wahyu Nurjamil, Kamis 22 Januari 2026.

Wahyu Nurjamil mengatakan alasan pemindahan tradisi Jedogan ke Pasar Kepandean, menjaga ornamen Royal Baroe.

“Khawatir nanti itu akan merusak kepada fasilitas yang sudah dibangun, namun di Pasar Jedogan ini yang akan dilaksanakan di Kepandean,” jelasnya.

Wahyu menjelaskan, tradisi jedogan akan dilaksanakan selama tiga hari sebelum lebaran Idul Fitri.

“3 hari, antara 17, 18, 19 atau 18, 19, 20. Harapan kami sih tidak mengganggu mengganggu di malam takbirnya, jadi malam takbirnya itu sudah clean, tapi nanti kita berkomunikasi dengan para pedagang maunya seperti apa,” ungkapnya.

Kemudian untuk konsep Tradisi Jedogan itu, lanjut dia, konsepnya hampir sama seperti Serang Fair, tapi dalam skup yang kecil.

“Tapi nanti itu ada event-event, event musik dan lain-lainnya, game-game yang nanti akan dilaksanakan dipasar kepandean,” katanya.

Pihaknya akan menyiapkan 200 stand untuk para pelaku UMKM pada saat jedogan di pasar Kepandean.

“Tapi yang sekarang bisa kita akomodir itu sekitar 70 persen, artinya baru ada 120 sampai 130 stand yang bisa kita siapkan untuk para pengusaha lokal yang ada di kita,” jelasnya.

Dengan adanya Tradisi Jedogan itu, pihaknya berkoordinasi dengan Dishub untuk mengatur lalu lintas.

“Kita menutup jalan dari mulai Flamengo sampai kepada tikungan yang menuju Kepandean,” kata Wahyu.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *