RadiusBanten – Microsoft terus memperkuat posisinya dalam persaingan teknologi kecerdasan buatan dengan menghadirkan chatbot AI terbaru ke dalam aplikasi Bing versi mobile. Langkah strategis ini diumumkan hanya beberapa hari setelah perusahaan teknologi raksasa asal Amerika Serikat tersebut melakukan pembaruan besar pada sistem AI mereka.
Melalui pengumuman resminya pada hari Rabu, Microsoft menyatakan bahwa teknologi chatbot berbasis kecerdasan buatan kini telah terintegrasi ke dalam aplikasi Bing di perangkat iPhone dan Android. Tidak hanya itu, fitur AI ini juga mulai tersedia di aplikasi browser Microsoft Edge. Meski demikian, pengguna masih diwajibkan untuk mendaftar melalui sistem daftar tunggu (waitlist) sebelum dapat menikmati layanan chatbot tersebut secara penuh.
Peluncuran chatbot AI ini menjadi bagian dari upaya Microsoft untuk menghadirkan pengalaman pencarian yang lebih interaktif, cepat, dan personal. Dengan memanfaatkan teknologi AI generatif, Bing tidak lagi sekadar menampilkan daftar tautan, tetapi mampu berinteraksi layaknya asisten digital yang dapat menjawab berbagai pertanyaan pengguna secara langsung.
Cara Kerja Chatbot AI di Aplikasi Bing
Di aplikasi Bing versi seluler, Microsoft menyediakan ikon khusus yang dapat diketuk pengguna untuk memulai sesi percakapan dengan chatbot AI. Setelah sesi dimulai, pengguna bebas mengajukan berbagai pertanyaan, baik dengan mengetikkan teks maupun menggunakan perintah suara.
Chatbot AI ini dirancang untuk menjawab beragam kebutuhan pengguna, mulai dari pencarian informasi umum, penjelasan topik tertentu, hingga membantu menyusun ringkasan atau daftar poin. Fleksibilitas ini menjadikan Bing bukan hanya mesin pencari, tetapi juga mitra digital yang dapat diandalkan dalam aktivitas sehari-hari.
Microsoft menjelaskan bahwa chatbot tersebut mampu menampilkan jawaban dalam berbagai format. Pengguna dapat memilih tampilan jawaban dalam bentuk poin-poin ringkas, teks naratif yang lebih panjang, maupun format “tanggapan yang disederhanakan” agar mudah dipahami oleh semua kalangan.
Mendukung Lebih dari 100 Bahasa
Salah satu keunggulan utama chatbot AI Bing adalah kemampuannya berinteraksi dalam lebih dari 100 bahasa. Fitur ini membuka akses yang lebih luas bagi pengguna global, termasuk di Indonesia, untuk memanfaatkan teknologi AI tanpa hambatan bahasa.
Kemampuan multibahasa ini juga menunjukkan ambisi Microsoft untuk menjadikan Bing sebagai platform pencarian berbasis AI yang inklusif dan dapat digunakan oleh masyarakat di berbagai negara. Dengan demikian, teknologi AI tidak hanya menjadi milik segelintir pengguna, tetapi dapat diakses secara lebih merata.
Strategi Microsoft di Tengah Persaingan AI
Peluncuran chatbot AI ke aplikasi mobile menandai langkah agresif Microsoft dalam persaingan teknologi kecerdasan buatan yang semakin ketat. Dalam beberapa bulan terakhir, AI generatif menjadi fokus utama industri teknologi global, dengan berbagai perusahaan berlomba-lomba menghadirkan inovasi terbaru.
Dengan mengintegrasikan AI langsung ke Bing dan Edge, Microsoft berharap dapat mengubah kebiasaan pengguna dalam melakukan pencarian informasi di internet. Alih-alih berpindah dari satu situs ke situs lain, pengguna kini dapat memperoleh jawaban yang lebih cepat dan relevan dalam satu sesi obrolan.
Selain meningkatkan pengalaman pengguna, langkah ini juga berpotensi memperkuat posisi Bing sebagai pesaing utama mesin pencari lainnya. Integrasi AI menjadi nilai tambah yang signifikan, terutama bagi pengguna yang menginginkan hasil pencarian yang lebih kontekstual dan interaktif.
Akses Masih Bertahap Lewat Daftar Tunggu
Meski sudah diumumkan secara resmi, Microsoft masih menerapkan sistem akses bertahap. Pengguna yang ingin mencoba chatbot AI di Bing dan Edge harus mendaftarkan diri terlebih dahulu melalui daftar tunggu. Kebijakan ini dilakukan untuk memastikan kualitas layanan tetap stabil seiring meningkatnya jumlah pengguna.
Microsoft juga menegaskan bahwa mereka akan terus melakukan penyempurnaan berdasarkan masukan pengguna. Hal ini menunjukkan komitmen perusahaan untuk menghadirkan teknologi AI yang tidak hanya canggih, tetapi juga aman dan bertanggung jawab.
Masa Depan Pencarian Berbasis AI
Hadirnya chatbot AI di aplikasi Bing versi iPhone dan Android menandai era baru dalam dunia pencarian digital. Teknologi ini berpotensi mengubah cara masyarakat mencari informasi, belajar, dan berinteraksi dengan perangkat mereka.
Dengan kemampuan menjawab pertanyaan secara real time, mendukung berbagai bahasa, serta menawarkan format jawaban yang fleksibel, chatbot AI Bing menjadi salah satu inovasi paling menonjol di bidang kecerdasan buatan saat ini. Ke depan, Microsoft diprediksi akan terus mengembangkan fitur AI ini agar semakin terintegrasi dalam kehidupan digital penggunanya.










