Kontroversi Cincin Zoom Xiaomi 17 Ultra Leica: Tipuan atau Teknologi Hybrid?
Xiaomi 17 Ultra, hasil kolaborasi premium dengan Leica, tiba-tiba menjadi sorotan kontroversial. Banyak pengguna merasa “tertipu” terkait fitur cincin zoom mekanis yang diusungnya. Tuduhan ini memicu perdebatan hangat di komunitas teknologi, terutama di China.
Awal Kontroversi: Video Pembongkaran yang Viral
Gelombang kritik muncul setelah sebuah video pembongkaran (teardown) Xiaomi 17 Ultra Leica edition beredar di internet. Video itu menunjukkan struktur internal dari cincin putar fisik pada modul kamera — fitur yang dijanjikan memberikan pengalaman zoom layaknya kamera profesional.
Yang menjadi masalah, dari gambar yang tersebar, terlihat bahwa cincin tersebut tidak terhubung langsung secara mekanis ke lensa. Alih-alih, cincin itu seolah hanya berfungsi sebagai pengontrol perangkat lunak (software control). Hal ini memicu anggapan bahwa Xiaomi menipu konsumen dengan fitur “zoom mekanis” yang tidak sepenuhnya mekanis.
Klarifikasi: Ternyata Teknologi Hybrid yang Canggih
Merespons hal tersebut, baik Xiaomi maupun pihak pembuat video pembongkaran memberikan klarifikasi. Faktanya, mekanisme cincin zoom pada Xiaomi 17 Ultra jauh lebih kompleks — dan justru lebih canggih — dari yang diduga banyak orang.

Sistem ini bekerja dalam tiga tahap terintegrasi:
1. Input Mekanis: Cincin luar diputar oleh pengguna, menggerakkan roda gigi fisik di dalam bodi kamera.
2. Sensor Optik: Sensor perpindahan optik yang terletak di dekat modul telefoto mendeteksi pergerakan dan sudut putaran roda gigi secara presisi.
3. Kontrol Elektronik: Data dari sensor dikonversi menjadi sinyal listrik yang menggerakkan motor di dalam lensa untuk melakukan zoom. Dengan kata lain, ini adalah sistem kontrol elektronik berbasis input mekanis — teknologi yang sebenarnya juga digunakan pada banyak lensa kamera.










