Toyota Dorong Elektrifikasi Lewat Hybrid, Siap Luncurkan Tiga Model Baru di IIMS 2026
radiusbanten – Toyota menegaskan bahwa teknologi hybrid masih menjadi solusi paling realistis dan relevan untuk pasar otomotif Indonesia saat ini. Di tengah kondisi pasar nasional yang cenderung melambat, PT Toyota Astra Motor (TAM) justru mengambil langkah strategis dengan memperkuat lini kendaraan ramah lingkungan melalui elektrifikasi.
Komitmen tersebut akan ditunjukkan secara nyata dalam ajang Indonesia International Motor Show (IIMS) 2026, di mana Toyota berencana menghadirkan tiga model elektrifikasi terbaru. Selain itu, satu model dari lini performa Gazoo Racing (GR) juga dipastikan akan meramaikan pameran otomotif terbesar di Indonesia tersebut.
Langkah ini menjadi bagian dari strategi besar Toyota untuk menjaga dominasi pasar otomotif nasional sekaligus memperkuat posisinya sebagai pemimpin di segmen kendaraan rendah emisi.
Vice President PT Toyota Astra Motor, Henry Tanoto, menyampaikan bahwa IIMS 2026 akan menjadi momentum penting bagi Toyota untuk memperkenalkan kembali inovasi elektrifikasi kepada publik Indonesia.
“Tahun ini kami akan kembali memperkenalkan produk-produk elektrifikasi. Di IIMS 2026, Toyota akan membawa tiga model elektrifikasi dan mulai menjual Veloz Hybrid. Selain itu, ada satu produk dari lini GR yang juga akan kami tampilkan,” ujar Henry di Jakarta, Senin (26/1/2026).
Kehadiran Veloz Hybrid menjadi tonggak penting dalam strategi elektrifikasi Toyota, karena model ini menyasar segmen kendaraan keluarga yang lebih terjangkau. Toyota ingin memastikan bahwa teknologi ramah lingkungan tidak hanya hadir di kelas premium, tetapi juga bisa diakses oleh masyarakat luas.
Dengan konsep hybrid, konsumen tetap bisa menikmati efisiensi bahan bakar dan emisi rendah tanpa harus sepenuhnya bergantung pada infrastruktur pengisian daya listrik, yang hingga kini masih belum merata di berbagai daerah di Indonesia.
Toyota menilai bahwa pendekatan hybrid adalah solusi transisi paling ideal menuju elektrifikasi penuh. Teknologi ini dinilai paling adaptif terhadap kondisi geografis, infrastruktur, serta karakteristik penggunaan kendaraan masyarakat Indonesia.
Meski demikian, Toyota tetap membuka peluang pengembangan teknologi lain, termasuk plug-in hybrid electric vehicle (PHEV) dan kendaraan listrik murni (EV). Namun, semua pengembangan tersebut dilakukan melalui kajian pasar dan kesiapan ekosistem secara matang.
“Kami selalu mempelajari semua teknologi, termasuk PHEV. Kalau memang itu menjadi solusi yang paling cocok untuk masyarakat, tentu akan kami kaji secara serius. Soal waktu peluncuran, biasanya bisa muncul tiba-tiba,” jelas Henry.
Data dari Gaikindo (Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia) menunjukkan tren positif pada pasar mobil hybrid nasional. Sepanjang periode Januari–Desember 2025, penjualan mobil hybrid mencapai 65.943 unit, meningkat signifikan dibandingkan tahun sebelumnya yang berada di angka 59.903 unit.
Kontribusi mobil hybrid kini menyumbang sekitar 8,21 persen dari total penjualan mobil nasional, menunjukkan bahwa minat masyarakat terhadap kendaraan ramah lingkungan terus mengalami pertumbuhan.
Toyota masih menjadi pemimpin utama di segmen ini dengan penjualan 30.110 unit mobil hybrid, disusul oleh Suzuki dengan 23.206 unit dan Honda sebanyak 6.934 unit. Dominasi Toyota memperlihatkan kuatnya kepercayaan pasar terhadap teknologi hybrid yang dikembangkan pabrikan asal Jepang tersebut.
Menariknya, distribusi penggunaan mobil hybrid kini tidak lagi terpusat di Jakarta. Penyebaran pasar semakin merata ke berbagai wilayah di Indonesia.
“Sekarang penyebaran hybrid lebih merata. Jakarta sekitar 50 persen, Jawa non-Jakarta 20 persen, dan sisanya di luar Jawa,” ungkap Henry.
Hal ini menunjukkan bahwa kesadaran masyarakat terhadap kendaraan ramah lingkungan mulai tumbuh di berbagai daerah, seiring meningkatnya kebutuhan akan kendaraan hemat energi dan rendah emisi.
IIMS 2026 sendiri dijadwalkan berlangsung di JIExpo Kemayoran, Jakarta, pada 5–15 Februari 2026. Pameran ini akan digelar selama 10 hari penuh dan diramaikan oleh berbagai program hiburan dalam konsep IIMS Infinite Show, menjadikannya sebagai barometer utama arah perkembangan industri otomotif nasional.
Toyota menegaskan bahwa kehadiran model-model elektrifikasi di IIMS 2026 bukan hanya sebatas peluncuran produk, tetapi merupakan sinyal kuat komitmen jangka panjang perusahaan terhadap pengembangan mobilitas rendah emisi di Indonesia.
Strategi ini juga sejalan dengan visi global Toyota dalam mendukung transisi energi bersih dan pembangunan transportasi berkelanjutan, tanpa mengabaikan realitas kebutuhan dan kesiapan masyarakat lokal.
“Lengkapnya lini produk Toyota di IIMS 2026, nanti kita lihat bersama,” tutup Henry.
Dengan strategi elektrifikasi yang bertahap, adaptif, dan berbasis kebutuhan pasar, Toyota semakin menegaskan posisinya sebagai pemain utama dalam transformasi industri otomotif Indonesia menuju era kendaraan ramah lingkungan.










