Scroll untuk baca artikel
BeritaPendidikan

Program Kota Serang Mengaji Diperkuat, Targetkan Nol Buta Aksara Al-Qur’an pada 2026

31
×

Program Kota Serang Mengaji Diperkuat, Targetkan Nol Buta Aksara Al-Qur’an pada 2026

Share this article
Program Kota Serang Mengaji
Program Kota Serang Mengaji Jadi Indikator Kelulusan SD dan SMP 2026.

Serang, radiusbanten – Pemerintah Kota Serang melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) terus memperkuat komitmen dalam memberantas buta aksara Al-Qur’an melalui program Kota Serang Mengaji. Program ini menjadi salah satu langkah strategis untuk meningkatkan kemampuan literasi keagamaan pelajar sekaligus membangun karakter generasi muda yang religius.

Kepala Dindikbud Kota Serang, Ahmad Nuri, menegaskan bahwa program tersebut kini tidak hanya bersifat pembinaan, tetapi juga akan menjadi indikator penilaian kelulusan bagi siswa kelas 6 SD dan kelas 9 SMP.

Jadi Indikator Kelulusan Siswa SD dan SMP

Menurut Ahmad Nuri, Pemkot Serang memfokuskan perhatian pada siswa tingkat akhir di jenjang pendidikan dasar dan menengah pertama. Targetnya, seluruh siswa yang lulus pada Juni 2026 sudah mampu membaca Al-Qur’an dengan baik dan benar.

“Kita konsentrasi kepada kelas 9 SMP dan kelas 6 SD. Targetnya, pada kelulusan Juni 2026 nanti, seluruh lulusan sudah bisa membaca Al-Qur’an. Ini adalah target awal dan akan menjadi indikator penilaian,” ujarnya saat ditemui dalam acara Serang Mengaji dan Tarhib Ramadan di Alun-Alun Barat Kota Serang, Jumat (13/2/2026).

Acara tersebut dihadiri lebih dari 10.000 peserta, terdiri dari 6.000 pelajar SMP di bawah naungan Dindikbud Kota Serang, 2.000 siswa di bawah Kementerian Agama, serta 2.000 santri dari berbagai pesantren.

Angka Buta Aksara Al-Qur’an Turun Drastis

Ahmad Nuri mengungkapkan bahwa hasil evaluasi menunjukkan perkembangan yang signifikan. Jika sebelumnya terdapat sekitar 1.800 siswa yang belum mampu membaca Al-Qur’an, kini jumlah tersebut menurun drastis menjadi sekitar 600 siswa.

Penurunan ini menunjukkan efektivitas pembinaan yang dilakukan melalui program Kota Serang Mengaji. Pemerintah optimistis angka tersebut bisa ditekan hingga nol sebelum kelulusan tahun ajaran 2025/2026.

Skema Pembinaan Terstruktur dan Bertahap

Untuk mencapai target tersebut, Dindikbud Kota Serang telah menyiapkan skema pembinaan yang terstruktur. Siswa dikelompokkan berdasarkan kemampuan membaca Al-Qur’an, mulai dari tahap pengenalan huruf hijaiyah hingga pemantapan tajwid dan makharijul huruf.

“Jika sekolah kekurangan guru agama atau guru mengaji, Satgas Kota Serang Mengaji akan menyuplai tenaga pengajar melalui Relawan Qur’ani,” jelas Ahmad Nuri.

Dengan sistem ini, setiap siswa mendapatkan pendampingan sesuai kebutuhan. Pendekatan bertahap dinilai efektif untuk mempercepat peningkatan kemampuan membaca Al-Qur’an secara merata.

Pengembangan Tahfidz dan Qori

Bagi siswa yang sudah lancar membaca Al-Qur’an, pembinaan tidak berhenti sampai di situ. Pemerintah juga menyiapkan pengembangan lanjutan melalui program tahfidz dan pembinaan qori.

Aktivitas pembiasaan membaca Al-Qur’an dilakukan sebelum Kegiatan Belajar Mengajar (KBM), dilanjutkan dengan tadarus bersama di lingkungan sekolah. Langkah ini diharapkan mampu menanamkan budaya membaca Al-Qur’an sebagai kebiasaan sehari-hari, bukan sekadar kewajiban akademik.

Aktivasi Gerakan Maghrib Mengaji

Selain di lingkungan sekolah, Pemkot Serang juga mendorong partisipasi masyarakat melalui aktivasi kembali gerakan “Maghrib Mengaji”. Program ini menyasar lingkungan nonformal seperti surau, masjid, pondok pesantren, hingga kediaman para kiai yang bersedia mengajar.

“Skema ini bukan hanya di sekolah, tapi juga di surau, masjid, pondok pesantren, hingga rumah para kiai yang menghibahkan waktunya untuk mengajar agama,” tambahnya.

Kolaborasi antara pemerintah, sekolah, tokoh agama, dan masyarakat dinilai menjadi kunci keberhasilan program ini. Dengan gerakan yang masif dan terintegrasi, literasi Al-Qur’an di Kota Serang diharapkan meningkat secara signifikan.

Mewujudkan Generasi Religius dan Berkarakter

Program Kota Serang Mengaji tidak hanya bertujuan memberantas buta aksara Al-Qur’an, tetapi juga membentuk generasi yang berkarakter religius. Pemerintah ingin memastikan bahwa lulusan SMP di Kota Serang memiliki bekal spiritual yang kuat saat melanjutkan pendidikan ke jenjang lebih tinggi.

Dengan komitmen yang konsisten, dukungan tenaga pengajar, serta partisipasi masyarakat, Pemkot Serang optimistis target nol buta aksara Al-Qur’an pada 2026 dapat tercapai.

Melalui langkah strategis ini, Kota Serang diharapkan menjadi salah satu daerah yang sukses mengintegrasikan pendidikan formal dengan penguatan nilai-nilai keagamaan secara berkelanjutan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *