Scroll untuk baca artikel
BeritaPemerintahanTeknologi

Budi Rustandi Sambangi Posko Operasi Modifikasi Hujan

71
×

Budi Rustandi Sambangi Posko Operasi Modifikasi Hujan

Share this article
Budi Rustandi kunjungi Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta.

Serang, radiusbanten – Untuk meminimalisir bencana banjir akibat hujan deras yang terus menerus mengguyur Kota Serang, Wali Kota Serang Budi Rustandi kunjungi Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta.

Diketahui, Lanud Halim Perdanakusuma saat ini menjadi posko Operasi Modifikasi Cuaca (OMC).

Wali Kota Serang Budi Rustandi mengaku, sempat mendatangi Lanud Halim Perdanakusuma yang menjadi posko operasi OMC BMKG.

Dalam operasi tersebut, Kota Serang tidak dibebani biaya, namun tetap merasakan manfaat pengurangan curah hujan.

“Kita ke Lanud Halim Perdanakusuma, itu posko operasi modifikasi cuaca BMKG pusat. Kalau yang lain bayar, kita tidak. Tapi efeknya masuk ke Kota Serang,” ujarnya saat dihubungi, Selasa, 13 Januari 2026.

Menurut Budi, saat ini arah angin dominan berasal dari barat sehingga hasil pemecahan awan melalui OMC berdampak langsung ke wilayah Kota Serang.

Ia berharap, dalam dua hingga tiga hari ke depan, intensitas hujan dapat berkurang.

“Sekarang anginnya dari barat, jadi terbawa ke kita. Awan dipecah dari sumbernya. Kita lihat 2–3 hari ke depan untuk mengurangi curah hujan di Kota Serang,” jelasnya.

Ia menyebut, biaya operasi modifikasi cuaca tergolong mahal jika ditanggung sendiri, yakni bisa mencapai Rp2 hingga Rp3 miliar.

Namun Kota Serang diuntungkan karena daerah lain seperti DKI Jakarta dan Jawa Barat yang menanggung biaya operasi tersebut.

“Kota Serang beruntung, Jabar sama DKI yang bayar, kita dapat kecipratan manfaatnya,” ungkapnya.

Budi menegaskan, upaya ini merupakan bagian dari ikhtiar pemerintah daerah dalam mengurangi risiko banjir, sesuai arahan Gubernur Banten.

Ia menyadari, Kota Serang kerap terdampak banjir kiriman dari Kabupaten Pandeglang dan Lebak.

Selain faktor curah hujan, Budi juga menyoroti persoalan sungai dangkal akibat belum optimalnya normalisasi.

Ia menyebut, Balai Besar Wilayah Sungai Cidanau Ciujung Cidurian (BBWSC3) sudah puluhan tahun belum melakukan penanganan maksimal di sejumlah sungai.

“Kali Ciwaka dan Kali Cibanten itu berdampak langsung ke permukiman warga. Hulu dan hilir harus sama-sama ditangani,” tegasnya.

Ia juga mengingatkan, penyempitan aliran sungai akibat bangunan liar serta persoalan sampah turut memperparah banjir di Kota Serang.

Karena itu, Budi menjelaskan pentingnya edukasi kepada masyarakat.

“Jangan pernah membangun di aliran sungai. Pemerintah harus terus mencari solusi dan mengedukasi masyarakat,” pungkasnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *